Kamis, 19 November 2009

Resensi Riau Pos


Rahasia Sukses Seorang Pembicara Judul Buku : 25 Kiat Dahsyat Manjadi Pembicara Hebat Penulis : Rob Abernathy,dkk. Penerbit : Mizan Pustaka Jumlah Halaman : 120 halaman Cetakan : II, Agustus 2009

Kehidupan yang kita jalani menuntut kita untuk dapat berinteraksi dengan orang-orang di sekitar kita. Karena kita adalah makhluk sosial, tak dapat hidup sendiri meski kita seorang penguasa hebat sekalipun. Di dalam interaksi ini adakalanya kita dituntut sebagai pendengar, namun pada waktu yang lain kita juga diharuskan menjadi pembicara yang bijak. Tak semua orang memiliki seni dan kemampuan bicara yang baik saat berinteraksi dengan orang lain, terlebih saat kita berbicara di sebuah forum maupun kumpulan masyarakat luas. Keterampilan berbicara dengan baik di depan orang ramai adalah hal yang perlu dilatih. Tak hanya sehari dua hari, namun membutuhkan proses.


Di tengah masyarakat, profesi seperti guru, dosen, trainer, pembicara seminar, orator, penceramah dan sebagainya merupakan profesi yang menuntu para pelakunya mampu berbicara dan berkomunikasi menarik dengan para pendengarnya. Keberhasilan dari seorang pembicara dalam menyampaikan sesuatu hal kepada pendengarnya juga tidak terlepas pengaruhnya dari seberapa besar kemampuan teknik berkomunikasi yang dimiliku pembicara tadi. Sebagai contoh, adakalanya kita merasa bosan dan tidak mengerti sama sekali dengan penjelasan seorang dosen, hanya karena gaya menjelaskan dosen tersebut bersifat monoton, berjam-jam duduk dengan suara pelan tanpa mempedulikan kondisi mahasiswa yang sudah terpecah konsentrasinya. Atau pada saat kita mengikuti pengajian bersama seorang muballigh yang gaya penyampaiannya tidak menarik dan membosankan, jangankan mengambil makna dari pesan yang disampaikan muballigh tadi, malah terkadang justru gunjingan dan cemooh yang muncul disebabkan rasa kantuk yang kerap melanda pendengar.

Bila kita termasuk orang-orang yang memiliki kemampuan buruk pada saat berbicara di depan orang ramai maka buku 25 Kiat Dahsyat Menjadi Pembicara Hebat inilah solusinya. Buku yang ditulis oleh Rob Abernathy salah seorang staf pengajar di University of Phoenix dan University of California bersama rekannya Mark Reardon (Chief Operating Quantum Learning Network) memberikan suguhan menarik berupa kiat-kiat ampuh bagi para pembicara untuk dapat tampil memukau di hadapan pendengarnya. Buku ini menawarkan kepada para trainer, guru, presenter dan sebagainya beberapa trik-trik jitu, diantaranya; bagaimana memaksimalkan pembelajaran, meningkatkan rasa percaya diri, mempererat hubungan dengan pendengar, mengefektifkan dampak pada pendengar, mengendalikan kegusaran, meningkatkan daya ingat dan sebagainya. Buku ini menampilkan pemanfaatan strategi pembelajaran yang sesuai otak, sehingga mampu melejitkan kemampuan alamiah seseorang dalam menyampaikan presentasi.

Seperti diungkapkan oleh penulis buku ini dalam kutipan kata pengantar, bahwa kiat-kiat dahsyat yang ada di dalam buku ini sebagian bersifat orisinil dan ada pula yang modifikasi. Kiat-kiat dahsyat ini telah diuji dan digunakan untuk peserta dari pelbagai usia dan tingkatan. Kiat-kiat ini selalu terbukti efektif, memberikan nilai tambah pada teknik pengaturan dan penyampaian informasi. Kiat-kiat ini dipandang sebagai alat yang dapat dikombinasikan dengan skill dan kemampuan alamiah seorang pembicara.

Ada hal sederhana yang tak pernah kita sangka dipaparkan dalam buku ini, bahwa memasuki podium maupun mimbar tempat kita akan berbicara sangat dianjurkan melalui arah sebelah kiri. Mendekati bagian depan ruangan adalah perjalanan yang sangat penting. Setiap mata yang ada di ruangan tersebut akan tertuju hanya pada kita. Setiap orang akan mengawasi, membangun opini, menciptakan asumsi dan mencari cara untuk membenarkan persepsi atau pemahaman awal. Momen inilah yang perlu kita maksimalkan. Memasuki ruangan dari sisi kiri mengakibatkan mata dan kepala para pendengar bergerak ke arah kiri. Dengan demikian merangsang otak belahan kanan untuk bekerja. Dengan tidak aktifnya kemampuan analisis otak sebelah kiri sementara waktu, pendengar akan lebih bersikap terbuka dan menerima.

Pernahkah kita lupa dengan apa yang akan kita katakan pada saat akan berbicara? Hal ini ternyata juga dialami oleh para presenter hebat sekalipun. Buku ini memberikan kiat jitu kepada kita untuk mengatasi hal ini. Ketika kita lupa, maka tariklah nafas panjang, dan bergeraklah dari tempat kita lupa tadi. Ketika kita bergerak tubuh kita akan menggerakkan otak dan menyentakkan ingatan. Dari perspektif pendengar, tampaknya kita hanya mengubah posisi, namun dari perspektif kita akan membebaskan pikiran kita selanjutnya.

Dua hal di atas adalah termasuk kiat dahsyat yang tercantum dalam buku ini, masih ada 23 kiat dahsyat lainnya yang akan anda temukan dalam buku ini, yang kesemuanya bersifat realistis dan teruji. Buku yang telah mengalami cetak ulang kedua setelah cetakan perdananya pada bulan Mei 2009 lalu ini juga dilengkapi dengan bentuk “SmartBook”. SmartBook merupakan buku kerja yang dirancang secara artistik yang berisi ruang untuk gagasan, tulisan, gambar dan interaksi pribadi, meliputi perangkat efektif untuk membuat pembelajaran dan informasi menjadi hidup dengan menawarkan teks dan aktivitas interaktif. Perangkat ini tentu saja menambahkan kesempurnaan isi buku yang praktis dan tidak bertele-tele.

Buku yang tergabung dalam jenis buku pengembangan diri ini cukup padat dan kreatif. Gaya bahasa yang ditampilkan cukup inspiratif dan memotivasi. Pemaparan singkat, mudah dipahami dan logis. Disetiap kiat yang jelaskan dalam buku ini dilengkapi dengan simulasi sederhana yang dapat kita coba untuk latihan menjalankan kiat yang bersangkutan. Kata-kata inspiratif dari para tokoh hebat juga bertaburan kita temukan dalam buku ini. Meski keseluruhan halaman buku tanpa warna, bentuk SmartBook tadi membantu kita secara efektif untuk memahami, merasakan dan melaksanakan tiap-tiap kiat yang dijelaskan.

Buku terjemahan yang memiliki judul asli Hot Tips: 25 Ways to Enhance Your Effectiveness as a communicator ini layak dijadikan koleksi oleh orang-orang yang berprofesi sebagai pembicara, seperti; penceramah, guru, presenter, trainer dan sebagainya. Namun demikian buku ini juga perlu dimiliki oleh setiap orang yang ingin lebih baik tampil dan berbicara di depan umum. Sebab, setiap dari kita suatu ketika tanpa kita minta akan berada pada posisi pembicara. Buku yang diterjemahkan oleh Ria Sirait ini juga menjadi pelengkap buku bertema serupa yakni, Membaca Pikiran Orang Lewat Bahasa Tubuh yang ditulis oleh Dianata Eka Putra terbitan Mizan. Buku ini menjelaskan tentang kiat memahami bahasa tubuh yang dapat menjadi pesan dari seseorang tanpa melalui kata-kata serta bagaimana kita melatih bahasa tubuh kita. ((Sugiarti, S.si/ Bergiat di FLP Riau/ Email: suzie_chem03@yahoo.com)




Read More......

Kamis, 05 November 2009

Kesahku


Rindu Ayah

Aku tak tau harus bercerita pada siapa. Pagi ini aku begitu rindu dengan ayahku. Nasyid star five bertajuk ayah mengalun indah mengisi kekosongan hatiku di kamar sepi ini. Deti ini aku merasa begitu sendiri. Tak ada teman tertawa dan bercerita, ya ku sadari aku memang sebatang kara. Aku rindu ayahku. Meski Allah telah hampir tiga tahun ini menjemputnya, namun kerinduan ini tak pernah berhujung. Ya allah..belum sempat kuhadiahkan togaku kehadapannya, tepat bulan juni 2007 lalu allah memanggilnya. Aku ikhlas dengan semua itu, sebab diri kita hanyalah milik Allah, dan Allah punya hak kapan saja untuk mengambil kita.

Aku masih ingat ketika hari-hari terakhir ia minta dibuatkan jus tomat, Ya Allah…hatiku perih, dia merintih karena tumor yang dideritanya telah menjalar kesekujur pencernaannya. Waktu itu mungkin ia berpikir jus tomat bisa mengurangi rasa panas di perutnya. Dia masih bisa memanggil namaku dan menanyai kabar penelitianku. Ya allah aku tau dia begitu sedih.. ingin menghadiri wisuda kami, tapi kami belum bisa mengabulkan permintaannya. Ampuni kami ya Allah telah mengecewakan orang tua kami.

Sewaktu mereka-mereka datang bertakziah ke rumah kami, aku tak tau kenapa bisa begitu tegar, tak seperti detik ini. Aku bahkan masih sempat bergurau dengan sahabat-sahabat dekatku yang hadir tika itu. Tapi detik ini, Ya Allah aku seperti benar-benar lumpuh. Aku rindu ayah, aku ingin bertemu dengannya, bercerita seputar perkembangan politik dan perkembangan PKS…ya PKS. Itu partai yang sangat dikagumi ayahku. Aku masih ingat waktu pemilu 2004 dia begitu getol direct selling, dia memobilisasi massa untuk hadir dikampanye PKS. Semangatnya luar biasa, bahkan sampai menjadi saksi PKS pada saat pemilu. Jika anda tau…beliau sangat menyukai ketokohan Ust.Hidayat Nurwahid. Ya Allah…semoga itu adalah tambahan bagi amalannya di sana.

Entah mengapa, jikalau ada masalah mengitariku…rinduku pada ayah betul-betul tak terluahkan. Beliau lah yang dulu paling arif menyikapi kesalahan-kesalahanku. Beliau tak pernah memarahiku, beliau pernah menghadiahiku sebuah radio yang kala itu cukup mahal harganya. Dan itu ia khususkan membelikannya untukku. Ya Allah, hatiku begitu perit dan kosong saat ini. Menangispun tiada guna untuk permasalahan hidup. Aku cukup berlapang dengan mereka yang telah menyakiti hidupku. Karena kita manusia yang penuh khilaf dan salah.

Kita Cuma roda yang berputar, mungkin saat ini giliranku di bawah. Dan aku tak mendapati kehidupan melirikku dengan ceria. Para pelakon kehidupan ini seolah membutakan diri dengan kehadiranku. Bahkan menganggap aku sebagai penggganggu. Aku Cuma ingin terus berjalan normal. Ada yang tersenyum ke arahku, ada yang mengejek, bahkan ada yang pura-pura tak tau. Betapapun itu, puisi kehidupan tak akan pernah diam. Dialah penyuara hidup dan langkahku. Allah pasti akan memberikan bahtera dan nakhoda untukku. (Ruang inspirasiku/5-11-09/pukul: 11.36 Am)




Read More......

Minggu, 11 Oktober 2009

Resensi Buku



ISLAM DAN JURNALISTIK
Judul Buku : Fikih Jurnalistik Penulis : Faris Khoirul Anam Penerbit : Pustaka Alkautsar Jumlah Halaman : 180 halaman Cetakan : 1, Februari 2009

Ekspansi dakwah dalam konsep Islam telah begitu meluas. Setiap lini kehidupan dapat dijadikan celah yang potensial untuk pengembangan dan perluasan nilai-nilai kebenaran. Media merupakan medium yang cukup menjanjikan dalam upaya penyebaran dakwah disemua kalangan. Media dapat dikonsumsi oleh semua lapisan masyarakat. Melalui tulisan di dalam sebuah media, orang bisa tersentuh membacanya. Orang dapat belajar banyak dari sebuah tulisan dan informasi tanpa harus merasa malu ataupun gengsi terhadap orang lain. Tidak sedikit pula orang yang mendapatkan hidayah seiring dengan rutinitasnya membaca sebuah media islam


Pers dengan segala lembaga, sarana, dan prasarananya yang beragam memiliki peran dan pengaruh besar dalam mengarahkan umat dan bangsa. Siaran yang visual maupun audio visual, sandiwara, bioskop, koran, majalah, tabloid, buku bacaan, selebaran, buletin, pusat-pusat kajian, kaset, video, dan lainnya, saat ini berperan aktif dalam pertempuran ideologi dan pemikiran di pentas regional maupun internasional. Kita dapat menyaksikan bahwa sistem-sistem yang ada saat ini mempergunakan sarana-sarana tersebut untuk mempromosikan ideolo luruh penjuru alam dan menggusur kegelapan materialisme yang telah menutupi ginya dan menghujat ideologi lainnya. Para aktivis pers Islam memiliki peran dalam bidang ini dan menggunakan sarana-sarana modern untuk kepentingan dakwah dan penyebaran prinsip-prinsip Islam yang lurus, agar cahayanya dapat menerangi se dunia, tidak terkecuali dunia Islam. uslim Majalah Sabili ini menyoroti secara khusus kerja jurnalistik dari kaca mata
Buku Fikih Jurnalistik yang ditulis oleh seorang jurnalis m syariat Islam, terutama dari tinjauan kaidah hukum fikih. Fikih jurnalistik yang dimaksud lebih menekankan pada kegiatan jurnalistik yang meliputi mencari, memperoleh, memiliki, menyimpan, mengolah dan menyampaikan informasi baik dalam bentuk tulisan, suara, gambar, suara dan gambar serta data dan grafik maupun dalam bentuk lain dengan menggunakan media yang tersedia.

Secara garis besar, buku ini mengandung empat bagian utama; pertama mengenai kebebasan pers dalam Islam. Islam sangat menjunjung tinggi kebebasan berpikir para ummatnya. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya ditemukan dalam ayat AlQuran mengenai anjuran untuk berpikir. Adanya hukum Ijtihad dalam Islam juga menjadi salah satu bukti bahwa Islam sangat menghargai dan menganjurkan ummatnya untuk berpikir.
Kedua mengenai konsep dasar kerja pers. Kode Etik Wartawan Indonesia (KEWI) dan Kode Etik Jurnalistik (KEJ) merupakan landasan kerja seorang jurnalis yang dipandang memiliki kesesuaian dengan nilai-nilai dan hukum Islam, misalnya etika pantang menyiarkan karya jurnalistik (tulisan, suara, suara dan gambar) yang menyesatkan, memutarbalikkan fakta, bersifat fitnah, cabul serta sensasional. Larangan untuk menerima imbalan yang dapat mempengaruhi objektivitas penyajian berita. Termasuk tuntutan agar wartawan Indonesia menempuh cara yang etis untuk memperoleh dan menyiarkan informasi, tidak melakukan plagiat dan tidak menerima suap. Seorang wartawan muslim juga dituntut untuk mengutamakan kejujuran dalam setiap kerja-kerja jurnalistiknya. Kerja jurnalistik dalam Islam diumpamakan oleh penulis tak ubahnya dunia kehakiman.

Ketiga, larangan dalam pemberitaan. Secara tuntas pada bagian ini dibahas mengenai hal-hal yang dilarang pada pemberitaan yang dilakukan oleh seorang jurnalis muslim. Seperti berita bohong, fitnah, ghibah, penghinaan, kerusakan dan pornografi dari kaca mata ilmu fikih. Islam juga sangat mengecam pemberitaan yang melakukan penghinaan terhadap Rasulullah, AlQuran, para shahabat, para ulama, para pemimpin dan sebagainya. Pada buku ini dijelaskan dengan gamblang mengenai hal tersebut. Secara terperinci juga dikupas delik pornografi yang juga tetap dikaitkan dengan tinjauan fikih Islam.

Keempat, fikih Islam dan regulasi pers Indonesia sebagai sebuah perbandingan. Sanksi dalam fikih Islam disyariatkan sebagai balasan bagi setiap pelanggaran yang dilakukan seseorang. Hukum Islam bukanlah nasihat atau petuah kosong dari pahala atau siksa. Hukum Islam adalah petunjuk dan nasihat yang mengandung pahala bagi yang mematuhinya dan berisi sanksi bagi yang tidak menjalankannya. Kebanyakan sanksi dari delik pers bersifat ta’zir (syariat tidak menentukan sanksinya secara spesifik, namun diserahkan pada pemerintah).

Buku Fikih Jurnalistik yang menampilkan Said Budary selaku ketua Komisi Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) sebagai penyaji kata pengantar ini, layak dibaca oleh para aktivis pers secara umum. Terutama bagi aktivis pers Islam, buku ini dapat digunakan sebagai panduan dalam mengerjakan kerja-kerja jurnalistik Islami. Mengingat kupasan buku ini yang cukup mendalam terhadap etika dan moral seorang jurnalis Islam.

Gaya bahasa yang ditampilkan dalam buku ini cukup serius, sehingga bagi masyarakat non pers akan merasa kesulitan dalam mencerna makna isi buku. Istilah yang digunakan cukup spesifik, menuntut pembaca untuk lebih dulu memahami dasar-dasar ilmu jurnalistik. Kajian dan pembahasan ilmu fikih yang cukup rumit di dalam buku ini juga menambah kesultan pembaca awam untun mencerna isi buku ini.
Meskipun demikian, buku ini memuat secara lengkap dalil-dalil shahih sebagai landasan dan argumen yang kuat di setiap bagian buku. Cover buku lux menambah daya tarik buku ini. Buku Fikih Jurnalistik memberikan warna yang berbeda dengan buku-buku pers Islam yang ada di pasaran. Buku-buku lain seperti Berdakwah Lewat Tulisan karya Aep Kusnawan, Dai Bersenjata Pena karya Badiatul Muchlisin Asti pada umumnya hanya mengupas teknik-teknik dasar kerja jurnalistik seperti teknik penulisan. Oleh sebab itu buku Fikih Jurnalistik ini merupakan sajian istimewa bagi para aktivis pers Islam. Secara ekonomis buku ini tidak cukup murah di pasaran, dibandingkan dengan kualitas dan tampilan buku tersebut. (Sugiarti/ Bergiat di FLP Riau dan Tabloid Ar-Royyan Universitas Riau)






Read More......

Minggu, 30 Agustus 2009

RESENSI PEMENANG LOMBA


Gaza dan Penjajah Sabtu Kelabu

Judul Buku : Gelegar Gaza
Penulis : Muhlisin Labib, dkk
Penerbit : Zahra Publishing House
Jumlah Halaman : 196 halaman
Cetakan : 1, Maret 2009


Persoalan Gaza kerap memunculkan kesalahpahaman makna nasionalisme sejati. Sikap nasionalisme sejati mencakup aspek solidaritas dan kepedulian terhadap sesama bangsa di seluruh penjuru dunia, terlebih pada suatu bangsa seperti Palestina yang sudah dirampas kedaulatan dan eksistensinya. Aksi pembantaian dan penjajahan Israel atas Palestina merupakan isu kemanusiaan global, bukan sebatas persoalan konflik dua agama maupun ras. Anggapan salah ini sering menimbulkan sikap apatis banyak pihak terhadap permasalahan yang selalu berujung pertumpahan darah di tanah Gaza. Bahkan tak jarang yang berpikir, untuk apa kita sibuk memikirkan bangsa lain, sementara negeri kita sendiri tak putus dirundung masalah.


Dimulai sejak pertengahan 2007, jalur Gaza di Palestina merupakan wilayah yang luasnya tidak mencapai setengah dari luas Kota Jakarta. Kawasan dengan populasi 1,5 juta jiwa ini sering diistilahkan dengan “penjara paling besar di dunia” (the biggest prison in the world)”. Minimnya pasokan listrik, suplai makanan yang kurang, persediaan obat-obatan yang sedikit, bangunan rumah sakit yang hanya mirip bangunan puskesmas di Indonesia semakin memperparah kondisi wilayah yang disebut-sebut sebagai basis kekuatan pemerintah berkuasa (Hamas). Hidup di bawah blokade Israel dari segala penjuru darat, laut dan udara menjadikan warga negeri ini memilih perlawanan sebagai satu-satunya jalan untuk bertahan hidup, sebab jika berharap pada perundingan, berkali-kali pihak Israel melakukan pelanggaran terhadap kesepakatan yang telah dibuat.

Buku Gelegar Gaza karangan dua penulis Muhsin Lubis dan Irman Abdurrahman secara umum terdiri dari lima bagian utama; mengulas legalitas opsi perlawanan terhadap pendudukan dan penjajahan, memaparkan organisasi Palestina yang memilih jalan perjuangan bersenjata, memaparkan proses demokrasi dan kedudukan politik Hamas di mata publik Palestina, mengupas agresi Israel atas Gaza akhir Desember 2008 lalu, membahas peta politik timur tengah antara kubu moderat (Mesir, Arab Saudi, Jordan, Fatah) dengan kubu perlawanan (Iran, Suriah, Hizbullah, Hamas dan Jihad Islam).

Di dalam buku ini dikupas secara detail dan terperinci mengenai seluk beluk dua organisasi perlawanan di Palestina, Hamas dan Jihad Islam. Mulai dari tokoh-tokoh pendiri, bentuk-bentuk perlawanan dan serangan, senjata-senjata perlawanan dengan inovasi terbaru, sejarah pembuatan roket dan efek kekuatan dari dua jenis roket Palestina yakni roket Qassam dan roket Al-Quds. Secara naratif, buku ini juga merunut kronologis pemilihan umum legislatif Palestina pada bulan Januari 2006 lalu, yang secara demokratis melahirkan Hamas sebagai pemenang pemilu, namun berakhir dengan proses pemboikotan bersama oleh Amerika Serikat, Israel dan Uni Eropa.

Tak ketinggalan, buku ini juga menyajikan secara tuntas tragedi pembantaian sabtu kelabu yang digelar oleh Israel selama 22 hari yang dimulai pada 27 Desember 2008 lalu. Dari tragedi ini dilaporkan Israel menderita banyak kerugian dan kekalahan diantaranya; pertama, kegagalan menghentikan serangan roket Palestina. Sebab tujuan utama dari agresi yang digelar Israel tersebut adalah menghentikan serangan roket Palestina. Kedua, kegagalan memasuki pusat Kota Gaza. Selama 22 hari Israel menggempur Gaza dari darat, udara dan laut, namun tak satu kali pun Israel berhasil memasuki pusat Kota Gaza. Ketiga, kegagalan membebaskan Gilad Shalit. Israel gagal membebaskan serdadu-serdadu mereka yang ditawan perlawanan Palestina di Jalur Gaza yakni Gilad Shalit. Keempat, kegagalan Israel mengadudomba Hamas dengan warga Gaza. Selama 22 hari agresi, Israel melemparkan ratusan ribu selebaran dari atas helikopter yang berisi ancaman untuk meninggalkan pemukiman dan provokasi terhadap warga untuk membebankan gempuran atas para pemimpin Hamas. Kelima, hubungan diplomasi Israel dengan beberapa negara semakin memburuk, diantaranya negara Qatar, Venezuela, Bolivia, Turki, Suriah dan sebagainya. Keenam, para petinggi Israel diancam hukuman kejahatan perang.

Secara istimewa, buku yang ditulis oleh dua orang penulis, masing-masing seorang wartawan dan seorang staf ahli anggota DPR-RI yang juga aktivis Voice of Palestine ini menyajikan foto-foto ekslusif tragedi sabtu kelabu, para petinggi Israel dan Amerika Serikat, para pejuang Hamas dan beberapa aksi mengecam kekejaman Israel di beberapa penjuru dunia. Di bagian akhir buku ini, pembaca juga disuguhi secara lengkap kronologis sejarah Palestina yang dimulai sebelum Masehi hingga awal tahun 2009. Desain warna dan bentuk cover lux semakin menyempurnakan tampilan buku ini.
Buku yang secara lengkap menyajikan data-data akurat ini juga didukung oleh beberapa orang penulis di balik layar, di antaranya Saleh Lapadi, seorang pengamat timur tengah yang juga seorang jurnalis dan bekerja di IRIB. Penulis ini memasok data analisis persenjataan perlawanan Palestina. Damar Triyadi, seorang sarjana ITB dan karyawan sebuah bank BUMN membantu secara khusus mengenai analisis agresi militer Israel di Palestina. Tak mengherankan jika buku ini tersaji secara lengkap, bahkan di bagian buku ini juga termuat wawancara khusus seorang jurnalis Jerman bernama Rainer Rupp dengan Khaled Meshaal yang merupakan pemimpin Biro Politik Hamas sewaktu di Damaskus, Syria.

Di beberapa bagian buku ini, gaya penulisan disajikan secara pendekatan jurnalistik sastrawi, bentuk penulisan ini tentu saja semakin membuat pembaca larut secara emosional mengikuti narasi demi narasi buku ini. Di bagian awal buku, pembaca bahkan diajak langsung berimajinasi melalui sebuah sajak untuk Palestina yang ditulis sepanjang satu halaman. Fakta-fakta yang diungkap dalam buku ini merinci data-data lengkap dengan berbagai referensi yang cukup mendukung.

Buku yang mengupas tuntas konflik Israel-Palestina ini layak dibaca oleh seluruh ummat Islam. Fakta-fakta kebiadaban Israel dalam buku ini dapat menjadi bahan penyadaran kesolidan ummat Islam di seluruh dunia, bahwa Yahudi dan sekutunya senantiasa abadi memusuhi ummat Islam. Bagi para peneliti, pengamat maupun para aktifis peduli konflik timur tengah, buku ini juga layak menjadi salah satu referensi bacaan, mengingat kupasan dan sajiannya yang begitu lengkap, padat dan konfrehensif. Buku ini juga dinilai dapat menjadi pelengkap buku berjudul Yahudi Menggenggam Dunia (edisi pertama tahun 1991) yang ditulis oleh William G. Carr, seorang mantan anggota dinas rahasia Inggris yangg betul-betul tau seluk beluk gerakan Yahudi dan Zionisme. Buku Yahudi Menggenggam Dunia dapat dijadikan rujukan awal pembaca sebelum membaca Gelegar Gaza, buku ini memaparkan konspirasi Yahudi di berbagai peristiwa penting dunia seperti revolusi Prancis, revolusi Inggris serta Perang Dunia I dan II.
Sayangnya secara ekonomis buku Gelegar Gaza cukup mahal di pasaran, dengan tebal buku yang hanya kurang dari dua ratus halaman dengan ukuran kertas 14x20,5 cm. Di beberapa bagian halaman buku yang memuat fakta-fakta dan data-data terasa sedikit agak membosankan, namun dengan cerdas penulis mengimbangi kemonotonan ini dengan gaya penulisan feature yang cukup menarik, sehingga pembaca akan segera segar kembali mengikuti narasi-narasi berikutnya dari buku ini. Kehadiran buku ini di pasaran sekaligus juga dapat berperan sebagai alat pelurusan makna nasionalisme. Sikap nasionalisme terkadang tanpa sadar justru memelencengkan kita dari sikap solidaritas dan kepedulian terhadap bangsa lain, yang hal ini jelas-jelas bertentangan dengan isi Undang-Undang Dasar 1945. (Oleh Sugiarti)




Read More......

Sabtu, 08 Agustus 2009

Artikel


Lemak Ayam Cegah Global Warming

Pemanasan global (global warming) merupakan suatu kejadian meningkatnya temperatur rata-rata atmosfer, laut dan daratan bumi sebagai dampak penimbunan gas rumah kaca di atmosfer. Peningkatan gas-gas ini dipicu oleh pembakaran bahan bakar fosil, seperti batu bara, minyak bumi, dan gas alam, yang melepas karbondioksida (CO2) dan gas-gas lainnya ke udara. Fourth Assessment Report, yang dikeluarkan oleh Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), sebuah badan PBB yang terdiri dari 1.300 ilmuwan dari seluruh dunia, melaporkan bahwa 90% aktivitas manusia selama 250 tahun terakhir inilah yang membuat planet bumi semakin panas. Sejak Revolusi Industri, tingkat karbon dioksida beranjak naik mulai dari 280 ppm menjadi 379 ppm dalam 150 tahun terakhir.


Bidang peternakan disebut-sebut sebagai salah satu penyumbang gas rumah kaca terbesar, Menurut laporan Steinfeld, pengarang senior dari Organisasi Pangan dan Pertanian, Dampak Buruk yang Lama dari Peternakan - Isu dan Pilihan Lingkungan (Livestock's Long Shadow-Environmental Issues and Options), peternakan adalah penggerak utama dari penebangan hutan, kira-kira 70 persen dari bekas hutan di Amazon telah dialih-fungsikan menjadi ladang ternak. Bidang peternakan sebagai penyumbang emisi gas rumah kaca yang cukup besar dibuktikan dengan beberapa fakta yang dikemukakan oleh FAO; penggunaan bahan bakar fosil di peternakan menyumbang 90 juta ton CO2 per tahunnya (misal diesel atau LPG), Alih fungsi lahan yang digunakan untuk peternakan menyumbang 2,4 milyar ton CO2 per tahunnya, karbon yang terlepas dari pengolahan tanah pertanian untuk pakan ternak (misal jagung, gandum, atau kacang kedelai) dapat mencapai 28 juta CO2 per tahunnya. Kenyataan ini menuntut para ilmuan berpikir keras untuk mengimbangi kontribusi buruk bidang peternakan dengan kontribusi positif yang dapat disumbangkan untuk mengurangi dampak pemanasan global.

Arkansas seorang peneliti dari daerah Fayetteville Amerika, menemukan bahwa lemak ayak gemuk yang sangat banyak mengandung kolesterol ternyata bisa dijadikan bahan bakar alternatif biodiesel. Biodiesel merupakan bahan bakar mesin diesel yang berasal dari bahan baku yang dapat diperbaharui seperti minyak nabati atau lemak hewani. Sifatnya lebih ramah lingkungan, kontribusi CO2 yang disumbangkan oleh biodiesel ke udara hanya mencapai angka 10 ppm, jauh lebih rendah dibandingkan solar yang mencapai angka 40 ppm.

Penggunaan lemak ayam sebagai bahan baku biodiesel (bahan bakar ramah lingkungan) memiliki banyak keuntungan tersendiri. Dari segi ekonomis, pemakaian lemak ayam sebagai bahan baku biodiesel merupakan bentuk pemanfaatan limbah secara efisien. Bagian lemak dari seekor ayam biasanya merupakan bagian yang tidak dikonsumsi. Dibandingkan dengan bahan baku biodiesel yang berasal dari lemak nabati seperti CPO (Crude Palm Oil), biji jarak dan biji matahari, lemak ayam relatif lebih murah dan mudah didapatkan. Dari satu ekor ayam broiler ukuran sedang dapat dihasilkan kurang lebih 100 gram lemak yang menempel pada bagian ampela dan ekor. Ayam broiler merupakan jenis ayam hasil persilangan genetika yang dianggap memiliki kecepatan tumbuh paling cepat, ayam ini mampu membentuk 1 kg daging dalam kurun masa 30 hari.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Ella Pandia (2009), mahasiswa FMIPA Kimia Universitas Riau menunjukkan kondisi operasi optimum dalam produksi biodiesel dari bahan baku lemak ayam melalui reaksi metanolisis dengan menggunakan katalis kalsium karbonat (CaCO3¬) mencapai angka 75%. Lemak ayam diubah menjadi bentuk biodiesel dilakukan dengan cara mereaksikan lemak ayam yang telah diubah ke dalam bentuk minyak dengan suatu alkohol (metanol) yang telah dicampur dengan katalis (pemercepat laju reaksi) CaCO3, dan selanjutnya dilakukan proses pemanasan. Angka operasi optimum sebesar 75% di atas dimungkinkan dapat meningkat apabila dilakukan proses variasi katalis yang digunakan. Arkansas bahkan menyebutkan bahwa angka operasi optimum ini dapat mencapai 90% menggunakan metoda yang disebut Supercritical Methanol. Pada metoda ini lemak ayam dipanaskan pada tekanan tinggi sampai mencapai critical point-nya atau titik kritisnya, yaitu temperatur dan tekanan tertinggi dimana uap dan cairan suatu zat berada dalam kondisi kesetimbangan.

Pemanfaatan lemak ayam sebagai bahan baku biodiesel sebagai upaya penyediaan bahan bakar ramah lingkungan disamping solusi yang cukup ekonomis juga merupakan alternatif yang sangat kreatif dan memungkinkan mengingat tingginya angka pemotongan ayam ras rata-rata per tahunnya. Berdasarkan data statistik peternakan Propinsi Riau (2008) rata-rata angka pemotongan ayam ras di Propinsi Riau dari tahun 2003 sampai 2007 mencapai angka 26.486.567,2 kali pemotongan.
(Oleh: Sugiarti/ bergiat FLP Riau dan Tabloid Ar-Royyan UNRI)


Read More......

PESAN NAFIAH


codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=8,0,0,0"
width="400" height="56" id="TextSpace">






LCD Text Generator at TextSpace.net

 

Home | Blogging Tips | Blogspot HTML | Make Money | Payment | PTC Review

Nafiah AlMa'rab © Template Design by Herro | Publisher : Templatemu